TEROPONGISTANA.COM – Kinerja DPR dalam masa sidang V menuai kritik. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyebut selama masa periode 7 Mei sampai 17 Juli 2022, masih terdapat rapat-rapat DPR yang dilakukan secara tertutup.
Ada 3 komisi yang ditemukan membahas Pagu Indikatif secara tertutup. Hal itu dinilai sebagai sikap kecenderungan DPR yang menutup diri dari publik.
“Komisi-komisi yang membahas Pagu Indikatif secara tertutup di antaranya adalah Komisi I dengan satu kementerian, Komisi III dengan 12 K/L, dan Komisi VIII dengan satu kementerian. Sedangkan Komisi VII dan IX tidak ditemukan datanya,” papar Formappi, dikutip dari rilis laporan Evaluasi Kinerja DPR Masa Sidang V Tahun 2021-2022, Sabtu (13/8).
Proses pembahasan anggaran yang tertutup tersebut dinilai berpotensi menjadi lahan tumbuhnya praktik korupsi.
Selain tertutup, DPR juga dinilai lamban dalam melakukan pembahasan. Di sisi lain juga dinilai abai terhadap tuntutan ketersediaan informasi dalam bentuk Laporan Singkat (Lapsing) untuk setiap rapat pembahasan Pagu dengan mitra kerja mereka.
Formappi juga menyoroti kinerja DPR terkait proses pembicaraan RAPBN 2023 yang ditunjukkan oleh Komisi VI yang memberikan dukungan terhadap sejumlah BUMN yang bermasalah.



