Teropongistana.com Jakarta – Dinamika perubahan situasi geopolitik dan ekonomi global, serta perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang pesat menjadi tantangan bagi pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik nasional.Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan kondisi itu memerlukan peningkatan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional.
“Kita perlu segera memutakhirkan dan meningkatkan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional agar sistem tersebut sigap mengikuti dinamika perubahan yang terjadi. Tuntutan ini menjadi semakin dirasakan urgensinya, sejalan dengan pencapaian Tujuan Nasional melalui pewujudan Visi Indonesia 2045, yakni Indonesia yang Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur,” ungkapnya dalam Sambutan Konvensi Pranata Humas yang berlangsung virtual dari Jakarta, Senin (30/08/2021).
Menurut Menkominfo kredibilitas pemerintah perlu dibangun secara holistik. Komunikasi publik tidak hanya untuk mempromosikan aktifitas pemerintah.
“Kita pun butuh menjangkau publik melalui berbagai cara agar partisipasi publik dalam pembangunan nasional dapat difasilitasi,” tandasnya.Menteri Johnny menjelaskan Kementerian Kominfo telah menyusun Grand Design Sistem Komunikasi Publik Nasional Tahun 2020-2045.
“Tahun 2020 hingga tahun 2024 merupakan tonggak pertama pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik,” ujarnya.
Dalam fase itu, menurut Menkominfo beberapa sasaran harus dicapai oleh seluruh elemen komunikasi publik, termasuk Pranata Humas sebagai Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan komunikasi publik, antara lain (1) pengembangan kapasitas organisasi dan kelembagaan komunikasi publik dan (2) pengembangan sistem manajemen komunikasi publik.
“Berkaitan dengan SDM ada sasaran pembentukan, penyesuaian kembali, dan peningkatan keterampilan SDM; kemudian pengembangan sistem standarisasi dan sertifikasi SDM; dan peningkatan literasi media, literasi data, dan literasi informasi masyarakat sebagai bagian dari publik,” paparnya.


