TEROPONGISTANA.COM – Pengurus Wilayah Komunitas Aktivis Muda Indonesia menggelar Seminar dan Deklarasi dengan mengangkat Tema “Kasus Duren Tiga dan Penunggangan Oleh Kelompok Radikal” di Jakarta 8/9/22. Acara tersebut dihadiri oleh Narasumber Islah Bahrawi selaku Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia dan Pemerhati Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme, yang menjadi _keynote speaker_ dalam seminar tersebut.
Menurut Cak Islah, kasus “Duren Tiga” telah dimanfaatkan dan ditunggangi oleh para kelompok eksternal yang memang ingin menjatuhkan marwah Polri. Terutama dari kelompok radikal yang sejak lama selalu berusaha mendegradasi para penegak hukum.
Islah menambahkan, “Harus disadari masih banyak polisi yang berdedikasi penuh terhadap pelayanan masyarakat, institusi Polri dan NKRI dalam menjalankan tugasnya. Jangan dibungkus sama seolah semua anggota Polri buruk”, kata Islah.
Baca juga : Kasus Brigadir J, Kinerja Kapolda Metro Jaya Dipertaruhkan
Mantan aktivis 90-an ini juga mempertegas bahwa dalam menyikapi semua itu institusi Polri butuh diskresi penuh dari Kapolri agar kasus “Duren Tiga” ini segera dituntaskan. Tujuannya supaya tidak terus menerus menjadi headline di media sehingga mudah tergiring liar untuk selanjutnya dijadikan alat oleh kelompok radikal dalam membangun _public distrust_ terhadap kepolisian.


