Dia menambahkan lagi, “masifnya penunggangan ini telah membias kemana-mana. Bahkan seolah melibatkan paksa tiga nama Kapolda, terutama kepada Kapolda Metro Jaya yang memang sejak lama dipersekusi secara digital dan sosial oleh kelompok radikal.”

“Bayangkan saja, isu hoaks tentang ini pun di framing melalui media mainstream ternama, ini kan bahaya sekali”, tambah Islah.

Nara sumber lainnya dalam acara tersebut adalah Abdul Rorano, mantan direktur LKBHMI PB HMI. Abdul Rorano, selaku mantan Direktur LKBHMI PB HMI menjelaskan dalam paparannya bahwa kasus Duren Tiga titik pentingnya berada pada persoalan kepercayaan publik kepada institusi Polri.

Kata Rorano, “Kapolri harus berani mengambil sikap tegas dalam menuntaskan kasus Duren Tiga secepatnya dan mengesampingkan opini publik yang berkembang.”

Baca Juga Polda Jateng Sikat 66 Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi Senin, 5 September 2022
Polda Jateng Sikat 66 Pelaku Penimbunan Bbm Bersubsidi

“Prinsipnya, Kapolri harus punyai sikap tegas dalam menuntaskan kasus Duren Tiga ini. Sehingga denyut jantung Presisi bisa dirasakan oleh masyarakat”, pungkas Rorano dengan tegas.

Dalam seminar ini, Rorano juga menyampaikan bahwa institusi Polri harus segera berbenah demi _total recovery_ di seluruh Kesatuan Kerja Polri. Katanya lagi, “urgensi pembenahan internal harus segera dilakukan, demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.”

Baca Juga Kasie Penkum DKI Sebut Peran Wartawan di Kejasaan Senin, 5 September 2022
Kasie Penkum Dki Sebut Peran Wartawan Di Kejasaan

“Saat ini, menurut survei kepercayaan masyarakat kepada Polri kembali menurun secara signifikan dari indeks sebelumnya. Hal ini diakibatkan kasus Duren Tiga yang tak kunjung usai,” ungkap Rorano.

Diakhir agenda Seminar bersama PW KAMI DKI, Cak Islah menyatakan bahwa penunggangan dalam kasus Duren Tiga ini akan sulit untuk ditangkal dan akan menyebabkan semakin lemahnya instusi Polri dalam menegakkan hukum jika kasus Duren Tiga dibiarkan berkembang liar.

Islah khawatir isu kasus Duren Tiga semakin lama akan ditunggangi berbagai kepentingan internal dan eksternal, yang pada akhirnya akan membangun subordinasi dan _disobedience_ di dalam institusi Polri sendiri. Lemahnya mental anggota Polri bisa juga menimbulkan rasa takut dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum.

Dalam kesempatan terakhir Islah menegaskan, “semakin melebarnya kasus Duren Tiga bisa memunculkan kurang percaya diri dan _inferiority complex_ akibat bully dari publik yang berkepanjangan. Ini akan semakin tambah runyam ketika kelompok radikal ikut membangun opini publik dengan menunggangi kasus ini”, tutupnya. [Red ]