Menurut Sutirman modal awal hingga panen sekitar Rp. 400.000, ketika panen mendapat hasil setengah kwintal dihargai Rp. 1000.000, memiliki keuntungan Rp. 600.000.
“Memilih budidaya lele karena membutuhkan modal tidak terlalu besar dan pakan mudah dicari,” ungkapnya
Sutirman sebelumnya adalah seorang pedagang tahu keliling. Sejak terjadinya peningkatan harga kedelai hingga pandemi covid 19 melanda, ia mengaku usaha yang digelutinya mulai kewalahan yang sehingga berpokus ke budidaya ikan lele dan perernakan.
“Jadi pada waktu berdagang pun saat itu sambil menjalani budidaya ikan lele dan perernakan. Lambat laun pokus kepeternakan namun tipis harapan budidaya ikan lele hingga saat ini sulit berkembang,” terangnya.
Bapak tiga anak ini berharap agar pemerintah mau membantu memperbesar usaha peternakan lele yang sedang dikembangkannya itu, melalui usahanya ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari -harinya.
“Sebetulnya keuntungnya aja habis buat makan pas-pasan, jadi untuk memperluas lahan saat ini belum ada modal,”tutupnya
(Ardi/Bandi)