“Menurut hemat kami, saat ini belum waktunya kita menyalahkan dan menghakimi salah satu pihak siapa yang bertanggungjawab. Oleh karena itu, ada baiknya kita fokus aja dulu dengan kemungkinan adanya lagi korban jiwa, atau paling tidak kita bersama dapat meringankan keluarga korban lebih dulu. Dibandingkan kita saling tuding,” papar Havid.
Untuk itu pihaknya meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk TGPF untuk mengungkap apa penyebab peristiwa tersebut dapat terjadi agar menjadi lebih terang benderang.
“TGPF dibentuk, diharapkan tim ini nantinya bisa menemukan fakta-fakta lapangan. Dan hasilnya dilaporkan kepada presiden secara langsung. Apakah ada salah satu pihak yang menyalahi SOP atau justru ada unsur lainnya?” terang Havid.
Selain itu, pihaknya juga memaklumi kemarahan publik dengan adanya kemungkinan kesalahan prosedur dalam pengendalian massa, akan tetapi ia meminta kepada publik untuk dapat menahan diri agar tidak menyudutkan salah satu pihak yang justru akan mengaburkan subtansi masalah yang sebenarnya.
“Tentunya kami sangat memaklumi kemarahan publik yang menganggap salah satu pihak menyalahi prosedur dan aturan sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Tapi pula kita harus hati-hati dalam menyimpulkan yang bukan domain kita, akibatnya bisa terbentuk opini publik yang justru akan mengaburkan subtansi masalah siapa yang sebenarnya bertanggunjawab atas terjadinya tragedi kemanusiaan itu,” tutup Havid.

