Lebih lanjut dikatakannya, menyikapi kejadian tersebut, sebagai perwujudan rasa duka cita dan empati kepada korban tragedi stadion kanjuruhan, Polda Gorontalo dan jajaran dengan melibatkan berbagai stakeholder hari ini kembali mengadakan doa bersama dengan harapan semoga para korban yang mengalami luka segera dipulihkan.
“Untuk korban yang telah meninggal dunia semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta ketabahan,” harap Kapolda.

Orang nomor 1 di Kepolisian Gorontalo itu juga mengungkapkan, tragedi ini memberikan kesadaran bersama bahwa pengelolaan pertandingan yang tertib, aman, terkendali dan saling menguntungkan berbagai pihak sangat diperlukan demi tercapainya tujuan kompetisi olah raga, khususnya sepak bola.
“Kesadaran bersama untuk menjadi suporter yang fanatik diperlukan, namun tidak fanatik yang membabi-buta. Dengan demikian kesadaran massa harus dibentuk menjadi kesadaran masif yang dimiliki semua suporter, serta pembentukan kesadaran massa memerlukan keterlibatan pihak terkait dalam elemen olah raga sepak bola, dimana ada peran pemerintah melalui aparat keamanan (Polisi dibantu oleh TNI) yang bertugas membangun suasana tertib, aman dan terkendali,” tutup Helmy. (Jum)



