Adi juga menegaskan bahwa kontestasi politik 2024 tidak melulu merujuk pada survei elektabilitas yang dibuat oleh sejumlah lembaga survei.
“Kita harus beri penegasan dalam hal ini. Soal kontestasi politik 2024, tidak melulu merujuk pada hasil survei. Di era digital ini, masyarakat kita hari ini sudah sangat cerdas dan kritis,” tegas Adi.
“Mereka bisa membedakan mana figur pemimpin yang memiliki kemampuan membangun negara, dengan pemimpin yang mengedepankan citra dibandingkan kerja,” beber Adi.
Mantan Relawan Jokowi di tahun 2019 lalu itu pun telah memberi instruksi khusus kepada seluruh Pimpinan Daerah Bara API untuk terus mengawal Panglima TNI Andika Perkasa sebagai Capres pilihan rakyat.
“Kami di jajaran Pimpinan Pusat hingga daerah, telah bermusyawarah dan mufakat untuk tetap mendukung pencalonan Jenderal Andika Perkasa sebagai Capres,” tukasnya.
“Seluruh pengurus Bara API di 34 Provinsi pun bersepakat untuk membuat gerakan sejuta tanda tangan untuk mendukung Panglima Andika sebagai Capres,” pungkasnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan kemunculan Relawan Anies-Andika 2024 (AK 24). Kemunculan kelompok relawan ini menanggapi deklarasi Anies Baswedan sebagai capres yang diusung oleh Partai Nasdem. Kelompok relawan ini bergegas mendorong Anies berpasangan dengan Andika sebagai Capres-cawapres. Namun, kelompok relawan Andika yang sudah terbentuk hampir satu tahun setengah ini menyatakan dengan tegas bahwa Andika lebih layak menjadi capres, bukan cawapres. (Nanang)




