Teropongistana.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda, tentunya menjadi tantangan besar dalam menentukan arah kebijakan. Sebab, virus corona tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, ekonomi, pendidikan dan yang lainya juga turut terdampak. Butuh keteladanan dan kerjasama yang baik antara pengelola keuangan daerah dengan pemangku kebijakan lainya. Salah satunya adalah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Forum Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (FP3B) hari ini melakukan aksi demontrasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang pada Jum’at 14 Oktober 2022. Dalam Aksi tersebut ada beberapa persoalan yang mereka soroti, seperti Inventarisasi Aset Daerah yang kurang terorganisir, gagal nya analisa BPKAD sehingga melahirkan pelanggaran berupa tindak pidana korupsi dana hibah pondok pesantren, dan lainya.

Baca juga : Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Polda Banten Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama

Ketua Umum FP3B Aditya Ramadhan mengatakan “BPKAD selaku salah satu lembaga yang bertugas untuk menangani Aset-Aset daerah hari ini bisa dikatakan lalai dalam mengemban tugasnya nya. Contoh nya saja Aset Daerah seperti Kendaraan Dinas Gubernur & Wakil Gubernur Periode 2017-2022 yang telat pengembalian nya, artinya ada ketidak becusan Kepala BPKAD dalam hal mengurusi inventarisasi baik kepada Pejabat maupun ASN yang aktif ataupun non aktif, Tegas Aditya Ramadhan.

Kemudian Aditya kembali mengatakan Untuk Kendaraan Dinas Gubernur & Wakil Gubernur Banten Masa Periode 2017-2022 sudah ada atensi jauh-jauh hari oleh KPK untuk segera mengambil inventaris tersebut berupa mobil Toyota land cruiser. Akan tetapi Kepala BPKAD seperti kurang mengindahkan instruksi dari KPK sehingga bisa dikatakan lambat dalam mengatasi hal tersebut.

Selain permasalahan inventarisasi Masa Aksi yang tergabung dalam FP3B pun menanyakan perihal pengurugan yang terjadi di Situ Cipondoh Kota Tangerang.