Baca juga : Pj Gubernur Banten Komitmen Laksanakan Intruksi Presiden Jokowi
Al Muktabar juga mengatakan, hal itu dapat menjadi sebuah pendekatan komprehensif yang dilakukan oleh semua pihak dalam rangka penanganan stunting dan gizi buruk. Serta, dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kunci dari semuanya ini kolaborasi. Jadi bersama itu penting sekali,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah menyampaikan banyak bahan-bahan makanan yang dapat dikelola dalam rangka upaya penanganan stunting dan gizi buruk, diantara olahan makanan dari daun kelor, ikan patin dan lainnya.

“Seperti daun kelor itu memiliki khasiat yang luar biasa, bahkan vitamin C yang dimilikinya melebih vitamin C dari jeruk, kalsiumnya melebihi dari kalsium yang ada pada susu dan proteinnya melebihi proteinnya telur. Jadi memiliki banyak manfaat,” katanya.
Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina mengatakan saat ini penanganan stunting dan gizi buruk menjadi hal prioritas yang dilakukan oleh Pemerintah.

“Jadi yang berkaitan dengan stunting itu menjadi prioritas, sekarang bagaimana pencegahan yang gencar dilakukan,” ujarnya.(Deni/red)



