“Iya (saya Nerima uang dari Piah) tapi, uang itu saya serahkan ke pimpinan saya namanya Bu Mumun (Supervisor) dan saya tidak makan seperak pun uang tersebut.” Jelasnya

Nani juga menerangkan bahwa, bukan hanya Piah yang menjadi korban pungli, namun ada 120 orang lainnya yang menjadi korban pungli rekrutmen PT PWI 6 termasuk Suami dan keponakannya sendiri.

“maaf ya pak, saya juga korban kalau mau dibilang korban mah, saya masukin suami saya sama keponakan saya juga pake admin, ya mau gimana lagi kalau gak pake admin gak bakal bisa masuk. Bapak kesini aja (PT PWI 6) temuin HRD (Pak Tedy) biar lebih jelas karna bukan hanya Piah yang bayar tapi, ada 120 orang yang masuk pake admin.” Ungkapnya

Mumun Supervisor di PT PWI 6 yang disebut pimpinan oleh Nani ketika ditanya terkait uang pungli tersebut, melalui sambungan telpon Mumun mengatakan bahwa uang pungli rekrutmen karyawan tersebut di setor ke HRD.

“Hey saya gak makan (uang pungli rekrutmen) yang makan uang itu HRD jangan macem-macem pak ya (Menyebut wartawan) saya itu atasannya (korban Piah) saya hanya nerima Piah kerja di bagian saya .” Terangnya

Tak hanya itu, Mumun juga mengatakan bahwa selama ini jika ingin bekerja di PT PWI 6 dan perusahaan PWI lainnya memang wajib membayar uang jutaan Rupiah dan hal itu menurutnya sudah lumrah, bahkan kata Mumun bukan hanya PWI. Perusahaan Besar lainnya pun juga melakukan hal yang sama, memungut uang jutaan Rupiah dari pelamar kerja agar bisa masuk.

“Eh pak..! bapak tau gak PT Nikomas, PWI 1, PWI 2 dan yang di Tangerang PT Mayora bapak tau gak bayar berapa ? (PT PWI 6 pun bayar) semua pake duit pak gak ada zaman gratis berak ( Buang Air Besar) aja bayar, bapak kesini aja tanya sama HRD ada 120 orang pak yang bayar bukan hanya Piah doang yang bayar.” Tutupnya dengan nada kasar