“Apalagi di Desa Kanekes ini merupakan pusat pergerakan UMKM dengan wisata Desa budayanya yang sangat terkenal sampai mancanegara. Maka dari itu, selain di Kampung Ciboleger, bantuan juga diberikan kepada saudara-saudara kita yang berada di Kampung Gazebo,” jelasnya.

Terhadap kondisi wisata Desa Kanekes, Al Muktabar berkomitmen akan terus dikembangkan dengan tidak menghilangkan kesakralan dari adat yang ada. Jika Desa Kanekes tidak mau menerima bantuan Dana Desa (DD), maka Pemprov akan mencari skema lain untuk dikembangkan.

“Masih banyak instrumen yang bisa dilakukan untuk pengembangan desa wisata ini, yang jelas itu akan kita dorong terus,” katanya.

Sementara itu Ketua Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa menambahkan, kegiatan ini awalnya diusulkan hanya pada tataran Komisi V dengan mitra kerja menjelang akhir tahun.

“Kita ingin ada semacam kunjungan ke daerah dengan suatu program yang kita bawa,” katanya.

“Bhakti sosial ini menjadi salah satu cara untuk mewujudkan itu. Makanya ke depan kita akan terus akselerasi kegiatan seperti ini menjadi sebuah program rutin, baik itu per momentum maupun diagendakan,” katanya.

Dalam kesempatan itu Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemprov Banten kepada warganya dengan memberikan sejumlah bantuan pada acara Bhakti sosial.

“Karena kalau hanya mengandalkan dari bantuan APBD Kabupaten Lebak, sangat terbatas,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi V DPRD Banten Heri Handoko Shinta Wisnu Wardhani dan Iskandar. Para Kepala OPD dilingkungan Pemprov Banten dan Pemda Kabupaten Lebak, serta tamu undangan lainnya.

Paket bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat setempat antara lain paket sembako 1.031 paket, ikan asin 260 kg, mainan anak 11 paket, biskuit 40 paket, makanan tambahan untuk Balita 50 paket dan untuk Ibu Hamil 30 paket serta beras 750 Kg.

Selanjutnya bantuan untuk tiga mushola dengan besaran bantuan masing-masing Rp 5 juta, tujuh masjid masing-masing mendapat bantuan Rp10 juta, serta 15 RTLH masing-masing 20 juta. Dan yang terakhir layanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat. [Nanang]