“Tata cara mengajari peserta pesantren di pondok dan di lapas itu berbeda, di pondok pesantren bisa kita beri hukuman, namun jika di lapas datang ke masjid saja sudah syukur, maka dari itu perlu cara pendekatan yang khusus agar warga binaan mau belajar agama”, kata salah seoranh pengurus Ponpes Buntet Cirebon, KH Mubbarok, Jumat (7/4/2023)

Baca ini : Jajaran Kemenkumham Jabar Kembali Gagalkan Penyeludupan Narkoba ke Lapas dan Rutan, Begini Ceritanya
Diharapkan dengan adanya kegiatan pesantren kilat di lapas Cirebon ini, bisa menjadi wadah untuk warga binaan agar lebih mendalami agama islam untuk menuju perubahan yang lebih baik.
“Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat membantu wargabinaan dalam memperbaiki diri dan menjadi individu yang lebih baik. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang positif dan memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat dan ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal apabika kelak mereka bebas dari Lapas,” tutur KH Mubbarok.

Salah seorang warga Binaan mengaku sangat senang bisa belajar membaca Al-Quran. Menurutnya, dia sudah lama tak membaca Al-Quran.
“Pesantren kilat ini membuat saya bisa kembali belajar Quran, karena saya sudah lama sekali tidak membaca Quran beberapa huruf lupa, saya juga bisa memanfaatkan waktu dengan baik sambil menunggu buka puasa,” ujar salah satu warga binaan. (Deni)








