Teropongistana.com

Jakarta – Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan (Ekuin) Anis Byarwati mengomentari informasi Bank Dunia tentang kemiskinan ekstrem Indonesia yang tinggal 1,5%.

“Kita mengapresiasi pencapaian pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Tetapi perlu kita catat bahwa perhitungan yang dilakukan oleh Bank Dunia masih menggunakan asumsi Purchasing Power Parity (PPP) sebesar US$ 1,9 per kapita per hari, sedangkan saat ini Bank Dunia sudah menggunakan asumsi PPP sebesar US$ 2,15 per kapita per hari. Jika menggunakan asumsi terbaru tentu angka kemiskinan ekstrem kita bertambah,” katanya di Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, (16/5/23).

Iklan

“Kita ingin Pemerintah responsif dan menyiapkan program pengentasan kemiskinan ekstrem lebih fokus dan tepat sasaran. Fokusnya tetap mencakup rumah tangga yang secara ekonomi tidak aman, yang rentan jatuh kembali ke dalam kemiskinan,” jelas Anis.

Bank Dunia juga menaikkan ketentuan batas untuk kelas penghasilan menengah ke bawah (lower middle-income class). Batas kelas penghasilan menengah ke bawah dinaikkan dari US$3,20 menjadi US$3,65 per orang per hari.

“Sekiranya batas kelas penghasilan menengah bawah dinaikkan seperti saran Bank Dunia dari US$3,2 menjadi US$3,65 per kapita per hari, maka akan terlihat penduduk sangat rentan secara ekonomi, apabila terjadi guncangan seperti pandemi atau kondisi ekonomi lainnya, mereka dengan cepat jatuh dibawah garis kemiskinan,” ujarnya.