“Selama di Rutan Kelas I Depok banyak pelajaran yang kita ambil, tentunya masa lalu menjadi guru agar ke depan bisa lebih berhati-hati agar tidak berbuat kesalahan,’’ ucap Fauzan dengan penuh keyakinan.
Di tempat yang bersamaan, Kepala Rutan Kelas I Depok, Andi Gunawan membenarkan banyak program yang dilakukan oleh Rutan Kelas I Depok. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kehidupan dan penghidupan bagi warga Binaan.
“Prosesnya ialah bagaimana membantu mengembalikan kehidupan warga binaan dengan cara memberikan keterampilan, mendorong agar mempunyai segudang harapan, konsep agar dia tidak kosong dan ia siap dengan rencana ke depan mau ngapain,,’’ ucap Karutan Kelas I Depok, Andi Gunawan saat ditemui di ruang Kejanya.
“Warga Binaan saat ini sudah memiliki usaha Coffee Krabu (Kreasi Anak Bui-red), ini dikelola oleh Warga Binaan yang memang mempunyai minat untuk menjadi wirausaha,’’ tambah Andi lagi.
Mantan Karutan Marabahan, Kalimantan Selatan tersebut menceritakan tentang persyaratan untuk mengikuti pelatihan dan pembekalan kewirausahaan tidak lah sulit selama mereka (Warga Binaan-red) mengikuti aturan yang sudah diterapkan oleh petugas Rutan Kelas I Depok, Menurut Andi persyaratannya sederhana yang paling penting ialah niat dan disiplin dalam mengikuti pelatihan termasuk telah mengikuti sepertiga masa tahanan.
“Mereka diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk belajar, semua warga binaan memiliki kesempatan yang sama tinggal kita melihat bakatnya dimana. Ada pembuatan Kopi, Elasan,
Furnuture, Sablon, Menjahit. Bahkan alat giling dan mesin pembuatan kopi juga dibuat oleh warga binaan,’’ tutur Andi menjelaskan.
Sambil memperlihatkan beberapa karya warga binaan, Andi juga menyebut pihaknya intens melakukan komunikasi dengan pelaku UMKM-UMKM di luar dan juga Pemerintah Kota Depok. Kata Andi, dengan adanya Kegiatan ini berharap ketika Keluar atau selesai menjalani masa tahanan, mereka mempunyai bekal ilmu yang didapatkan di rutan.
“Banyak program pelatihan yang dilakukan oleh Rutan Kelas I Depok agar mereka tidak jenuh selama menjalani massa tahanan dan untuk Merk Kopi Krabu karya warga binaan Rutan Kelas I Depok sudah kita daftarkan ke Dirjen Hak dan Paten,’’ tutup Andi.
Ditambahkan Andi, sesuai arahan dan instruksi dari Kemenkumham RI, bahwa pihaknya tengah berupaya untuk memanusiakan manusia. Caranya dengan menghilangkan citra Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang dulu kerap dianggap seram. Sebab, kata Andi kini Rutan tengah berubah fungsi menjadi sebuah wadah pendidikan dan pelatihan bagi warga binaan.
“Ini salah satu tujuan agar kelak ketika warga binaan keluar dan sudah dinyatakan bebas, bisa membuat usaha sendiri tanpa bergantung pada keluarga dan bisa menjadi orang lebih baik lagi,” tutup Andi. (Jum)









