Fatayat itu, kata Noni, ibarat bangunan yang harus kuat di semua lini. Harus kuat mulai pondasi sampai atapnya. Fatayat harus kuat dari mulai pimpinan rantingnya sampai pimpinan pusatnya. Untuk itu perlu adanya sinergi antara pengurus fatayat mulai dari Pimpinan Ranting (desa/kelurahan), Pimpinan Anak Cabang (kecamatan) dengan tingkat kabupaten/kota.

Begitu juga dengan Pimpinan Cabang harus bisa bersinergi dengan Pimpinan Wilayah (provinsi) juga Pimpinan Pusat. LKD adalah salah satu sarana untuk memperkuat dan bersinergi antar pengurus disemua tingkatan.

Jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menyampaikan bahwa LKD kali ini adalah awal dari beberapa rangkaian LKD yang PC Fatayat NU Kota Tangerang adakan dengan berbasis zona, yaitu zona timur yang terdiri dari Larangan, Ciledug, dan Karang Tengah, lanjut ke zona tengah, Cipondoh, Pinang, Batu Ceper, Benda dan Kota Tangerang, serta zona barat yaitu Periuk, Neglasari, Cibodas, Karawaci dan Jatiuwung.

Sementara itu Frida Amaryllis, SH.i. selaku Ketua Panitia LKD menyampaikan bahwa peserta LKD kali ini berjumlah sekitar 30 peserta yang berasal dari zona timur, yaitu Larangan, Karangtengah, dan Ciledug.Mereka berasal dari kader yang baru gabung fatayat dan pengurus yang belum pernah ikut LKD.

Hadir dalam acara ini antara lain Dewi Rochmawati selaku Pembina PC Fatayat No Kota Tangerang, Ketua Lembaga Percepatan Pengkaderan sahabat Dr. Alimul Muniroh beserta sahabat Nur Khosi’ah yang sekaligus sebagai narasumber dan fasilitator dalam acara LKD. Selain itu hadir pula Camat Ciledug bapak Haji Marwan, S.Ip., Lurah Paninggilan Agus Lesmana dan beberapa lurah yang berada di Kecamatan Ciledug.