Teropongistana.com, Lebak | Anggota DPRD kabupaten Lebak Musa Weliansyah soroti bantuan siswa Program Indonesia pintar yang rawan kebocoran akibat kurangnya pengawasan dan tidak transparan di kabupaten Lebak baik program Indonesia pintar di semua tingkatan sekolah dari mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut mengaku mendapatkan banyak pengadian dari para orang tua siswa yang hanya menerima 40% bantuan tersebut dari operator dan kepala sekolah bahkan ada yang sama sekali tidak pernah menerima atau fiktif padahal didalam data penerima namanya tercatat.

Baca Juga : DPRD Pandeglang Mendukung Penyaluran Beras CPP Tepat Sasaran

Banyaknya kebocoran pada program Indonesia pintar diakibatkan lemahnya pengawasan dan tidak transparan dari pemerintah pusat akibatnya Kartu Indonesia Pintar rata-rata dipegang oleh oknum operator atau kepsek di masing-masing sekolah bukan oleh siswa atau wali murid penerima program, adapun pencairan sistem kolektip seolah-olah siswa memberikan surat kuasa.

Kebocoran bantuan tersebut juga melibatkan pihak bank penyalur yang kurang teliti, walaupun penerima kuasa membuat surat pertanggungjawaban mutlak (SPJM) namun harusnya pencairan secara kolektip dihindari lebih baik Ondspot pihak bank datang ke sekolah, karena mayoritas pelaku penggelapan adalah yang mencairkan bantuan

bahkan ada kepala sekolah palsu yg membobol bantuan program Indonesia pintar milik 63 siswa SMK swasta di kabupaten Lebak dengan modus membawa surat kuasa pencairan secara kolektip mengatas namakan kepala sekolah dan mencairkan bantuannya di Bank BNI Malingping padahal jaraknya sangat jauh sekali terang musa.

Baca Juga Warga Lebak Puji Jokowi dan PLN, Ini Penyebabnya Senin, 10 Juli 2023
Warga Lebak Puji Jokowi Dan Pln, Ini Penyebabnya