Menurut Kidung Tirto, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menggulirkan isu tersebut tetapi luput dari pemantaun oleh intelijen Kejaksaan. “Jaksa Agung jangan segan-segan kenakan sanksi tegas apabila ada oknum internal bikin gaduh. Benahi juga tim intelijen agar mampu mendeteksi dini dan mencegah kegaduhan, selain mendukung penegakan hukum,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini isu-isu negatif sering menyerang Kejagung, bahkan menyasar pejabat-pejabatnya secara personal, di tengah gencarnya pengusutan kasus-kasus korupsi. Namun Kejagung hingga kini tetap solid, bahkan kinerjanya mendapat apresiasi dari masyarakat.

Kidung Tirto mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden dan tidak perlu dipolitisasi, apalagi dijadikan polemik. “Presiden pasti sudah mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan reshuffle. Itu hak Presiden dan harus kita dukung demi perbaikan bangsa ke depan,” ungkapnya.