Pelepasan ekspor perdana yang dilaksanakan di Komplek Pergudangan Bosco Penjaringan, Jakarta Utara ini dilakukan bersama oleh Cucup Ruhiyat, Jasmine Osinski-Agricultural Attache Embassy of The United States of America, Profesor Made Astawan-Guru Besar IPB dan Ketua Forum Tempe Indonesia dan Dadi H. Maskar-USSEC Indonesia.

Jasmine Osinski dalam sambutannya menyampaikan bahwa Petani kedelai AS mendukung produsen Tempe Indonesia melalui program yang dilaksanakan oleh USSEC Indonesia bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal seperti FTI dan FKDB.

“Perjalanan Tempe Azaki merupakan salah satu kisah sukses kolaborasi people-to-people antara petani kedelai AS dan produsen tempe Indonesia. Semoga keberhasilan Tempe Azaki dalam meningkatkan metode mutu dalam produksinya dapat menginspirasi usaha kecil dan menengah lainnya agar produk Indonesia dapat diterima di pasar Internasional. Ini juga merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana Indonesia diuntungkan dengan mengimpor kedelai. Mereka mengimpor kedelai dari AS sebagai bahan baku, mengolahnya menjadi tempe, dan menjualnya ke AS dengan nilai ekonomi yang berlipat” tutur Jasmine

Sementara Prof Made Astawan menyampaikan “bahwa ekspor tempe adalah ekspor budaya dimana tempe adalah warisan budaya bangsa yang diakui dunia sebagai superfood, inilah yang juga harus dibanggakan”.