Menurut Pria yang juga anggota Dewan Kesenian Kabupaten Kediri ini mengatakan upacara dan peringatan detik-detik Proklamasi ini dikatakan sebagai peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Disetiap bulan Agustus kita menggelar upacara di Situs Ndalem Pojok ini dua kali. Hari ini tanggal 17 Agustus kita mensyukuri Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan besok tanggal 18 Agustus kita mengadakan upacara lagi dalam rangka mensyukuri Hari Berdirinya Negara Republik Indonesia. Sudah enam tahun ini kita gelar upacara dua kali seperti ini,” tambah Pria yang juga menjadi Ketua Panitia Tasyakkuran Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Sumaryono seorang peserta mengaku sangat bersyukur banyak masyarakat semangat mengikuti upacara pengibaran bendera sang merah putih dan detik-detik Proklamasi ini.
“Alhamdulilah saya sangat bersyukur kami melihat semua semangat dalam upacara mensyukuri kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak ada yang ngantuk, tidak ada yang loyo semua semangat. Dan besok kita masih mengadakan upacara lagi semua tambah semangat,” ujar Sumaryono 53 tahun warga Desa Pojok.

Usai upacara semua persert diajak untuk mengikuti selaman bersama para tokoh lintas agama dan masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan sarasehan kebangsaan dengan tema “Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia, 17 Agustus Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, bukan Republik 18 Agustus Berdirinya Negara Republik Indonesia di Sanggar Sasono Pandji Saputro Situs Bung Karno Ndalem Pojok.
“Negara Republik Indoenesia adalah negara suci tidak pernah dijajah, maka menurut kajian kami, kalau kita menyebut HUT Republik Indonesia yang tepat adalah 18 Agustus, 17 Agustus Kemerdekaan bangsa Indonesia. Hari ini selamat mensyukuri Kemerdekaan Indonesia, besok HUT RI,” pungkas R.M. Kushartono salah satu nara sumber dalam sarasehan itu.

(Kushartono/Red)



