Sukabumi – Senja baru saja berlalu saat langit Kota Sukabumi dipenuhi dengan hiruk-pikuk dan ketegangan. Pada malam itu, 27 November 2024, tepat pukul 19.30 WIB, di sebuah rumah yang riuh di sudut Kampung Cikujang, Dayeuhluhur, seluruh mata tertuju pada layar yang menampilkan hasil hitung cepat pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Ketegangan semakin terasa saat konferensi pers mulai dibuka, mengumumkan hasil yang kemudian mengubah arah masa depan kota ini.

“Data quick count sudah mencapai 91%. Di setiap kecamatan, kita terus unggul, hingga tujuh kecamatan terakhir, kita tetap unggul,” kata pria paruh baya dengan wajahnya yang tampak tenang meski di dalam hatinya bergejolak, duduk disampingnya sosok pria muda yang dikenal sebagai ustad Musa. Suasana sejenak hening, dan tiba-tiba sorak sorai memenuhi ruang memecahkan sejuta tanya yang mengendap di udara.

Baca JugaAlhamdulillah..! Ongkos Haji 2025 Bakal TurunJumat, 27 Desember 2024
Alhamdulillah. Ongkos Haji 2025 Bakal Turun

Kedua sosok itu adalah Ayep Zaki dan Bobby Maulana, pasangan calon pendatang baru yang berhasil mencuri perhatian di panggung politik Pilkada Kota Sukabumi.

Iklan

Malam itu, Ayep Zaki dan Bobby Maulana diyakini telah meraih kemenangan besar, setelah menumbangkan pasangan petahana Fahmi-Dida dan Muraz-Andri dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar 117 hari setelah deklarasi mereka pada 2 Agustus 2024.

Meskipun hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan, Ayep Zaki tetap mengingatkan bahwa perhitungan real count dari KPU yang resmi masih perlu ditunggu. Kemenangan ini bukan hanya menjadi momen bersejarah bagi Ayep Zaki, yang dikenal sebagai “Juragan Tempe,” tetapi juga menandai awal dari perjalanan panjang untuk menjalankan tanggung jawab besar sebagai pemimpin di Kota Sukabumi.

“Kita tetap menunggu perhitungan real count dari lembaga resmi, KPU,” ujar Ayep Zaki, menandakan penghormatannya dalam menyikapi proses demokrasi yang masih berlangsung.