Teropongistana.com BANTEN – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Pemuda Banten (SMPB) bersama Masyarakat Kabupaten Lebak Kecamatan Sajira khususnya warga Desa Bungur Mekar menggelar aksi Demonstrasi pada Senin, 13 Januari 2025 di depan kantor BBWSC 3 dan Pemerintah Provinsi Banten termasuk DPRD Provinsi Banten.
Aksi itu dilakukan lantaran Warga yang terkena dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Karian belum terselesaikan secara total, terlebih dalam persoalan Uang Ganti Rugi (UGR) kepada Masyarakat dan sejumlah fasilitas umum relokasi pekuburan yang diduga banyak kejanggalan dalam regulasinya.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Sepdi Hidayat menekankan kepada BBWSC3 agar segera menyelesaikan tanggung jawabnya pasca pengerjaan Waduk Karian jangan malah seolah buang air tapi tidak di cuci bersih.
“Program pemerintah ini sangat bagus, terlebih Projek Strategis Nasional Waduk Karian ini telah menelan anggaran yang fantastis yakni Rp2,2 triliun, Presiden Jokowi 8 Januari 2024 lalu pun sudah meresmikannya, akan tetapi malah diduga menjadi ajang bisnis para oknum tidak bertanggung jawab, kemana pengawasnya?. Kami berharap BBWSC3 harus tuntaskan tanggung jawabnya dalam mengurusi Uang Ganti Rugi masyarakat yang hingga saat ini belum dibayarkan, terlebih lagi terkait fasilitas umum pekuburan Viral di Desa Sukajaya yang juga belum terselesaikan. Jangan hanya berstetmen yang bagus bagus tapi faktanya tidak sesuai, itu hoak namanya,” katanya kepada Awak Media usai aksi.

“Kami tidak mau kedatangan kami kesini hari ini adalah hal yang sia-sia, maka dari itu pihak balai harus memberi kami jawaban yang konkret saat ini juga terkait dinamika yang ada,” sambungnya
Sementara itu, Koordinator aksi Alfarizi mengingatkan kepada para pemangku kebijakan, agar dalam regulasi PSN jangan selalu terus-terusan dijadikan lahan basah untuk berbisnis, karena itu sangat berdampak signifikan kepada Masyarakat.



