Sementara yang keempat adalah mengembangkan kreativitas dalam penyampaian informasi, kelima persiapan untuk memasuki dunia kerja yang professional dan terakhir meningkatkan partisipasi dalam isu sosial dan politik.
“Mahasiswa jangan sampai menjadi korban informasi, tetapi harus mampu mengendalikan informasi.
Sebab di dunia yang serba mudah ini, sulit membedakan informasi yang benar dan yang hoax,” tambah Ismail.
Antusiasme mahasiswa baru UIA terlihat dari ramainya diskusi dan tanya-jawab saat. Meskipun pilihan studi adalah keguruan, yang nota bene kelak menjadi guru, namun keinginin tahuan mereka cukup besar.
FKIP UIA sendiri memiliki 3 program studi, yakni Bimbingan dan Konseling (BK) dan Bahasa Inggris (BI) keduanya adalah program S1. Sementara satu prodi lagi untuk S 2 yakni Tekologi Pendidikan (TI).
Dekan FKIP UIA Misbah Fikrianto mengatakan LDK merupakan program wajib bagi mahasiswa baru di UIA. Masing-masing Fakultas menyelenggarakannya sendiri-sendiri sesuai dengan kekhasan dan tema yang dipilih sendiri-sendiri.*** ()

