Selanjutnya Tol Pekanbaru – Padang Seksi 8 (Padang – Sicincin) sepanjang 36,60 km, Tol Jakarta – Cikampek II Selatan (Sukabungah – Sadang Segmen Kutanegara – Sadang) sepanjang 8,5 km, Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo (Klaten – Purwomartani sepanjang 8,6 km, dan Tol Probolinggo – Banyuwangi (Gending – Kraksaan) sepanjang 13 km.
“Realisasi volume lalu lintas pada tol fungsional selama periode Nataru sebanyak 447.076 kendaraan yang melintas. Volume lalu lintas tertinggi pada tol fungsional Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo (Klaten – Purwomartani Segmen Klaten – Prambanan) sebanyak 291.120 kendaraan pada periode 20 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025,” kata Menteri Dody.
Menurut Menteri Dody, dari hasil evaluasi terdapat penumpukan kendaraan pada jalur arteri yang mempertemukan exit Tol Klaten – Purwomartani Segmen Klaten – Prambanan yang disebabkan karena terlalu banyak U-turn (putaran balik).
“Untuk mengantisipasi hal serupa, khususnya saat Mudik Lebaran 2025 nanti, kami akan berkoordinasi dengan Polres Klaten untuk menambah tempat – tempat istirahat sebelum masuk tol maupun keluar tol, sehingga kendaraan dapat diatur,” kata Menteri Dody.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus selaku pimpinan rapat menyampaikan apresiasinya atas kerja bersama seluruh stakeholders dalam memeberikan pelayanan infrastruktur dan transportasi pada masa arus mudik/arus balik Nataru 2024/2025.
“Saya melihat ada kecenderungan konsistensi yang bagus terhadap penurunan tingkat kecelakaan dari tahun ke tahun. Hal ini tidak terlepas dari adanya perbaikan di berbagai sektor, terutama evaluasi. Kemudian peningkatan indeks infrastruktur kita dan indeks pelayanan moda transportasi pada darat, laut, dan udara,” kata Lasarus.
Rapat kerja Komisi V DPR RI turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Kusworo, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Hadir mendampingi Dody Hanggodo, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Miftachul Munir, dan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian PU. (*)





