“Gagasan dan idenya sampai kebijakannya nol tapi mulutnya saja kencang. Noel ini sebetulnya bukan menunjukan sikap sebagai pejabat publik,” kata Jerry.
“Saya sarankan agar Prabowo menegur para menterinya yang asbun dan menjadi biang kerok kegaduhan,” tutur Jerry.

Mendingan diam saja ucapnya, kalau tak paham soal inti pembicara. Kalau bukan Tupoksinya atau diluar kementeriannya tak perlu sok pintar dan arogan.
Ada pula yang menyikapi hastag ini peryataan Bahlil yang menyebut mereka yang kabur keuar negeri tak nasionalisme.

Paling utama ujar Jerry, etika pembantu presiden harus dikedepankan bicara yang bermanfaat, punya dampak positif dan kata-kata memotivasi.
“Seorang menteri harus solutif bukan kontradiksi dan kontraproduktif. Saya tak pernah jumpai model pemimpin seperti ini diera mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie sampai Presiden SBY. Baru di era Presiden Jokowi dan Praoowo yang mana ada segelintir pembantunya yang banyak bacot,” kata dia.
Belum lagi sikap Menteri Sekretaris Kabinet pun terkesan arogan Mayor Teddy yang mempermalukan sejumlah jenderal sampai mantan Ketua Tim pemenangan Prabowo-Gibran Roeslan Roslani sempat dipermalukannya olehnya.
Prabowo saja sopan santun dan sangat menghormati para seniornya contohnya sikap Prabowo yang menghormati mantan Wapres Try Sutrisno.

“Prabowo harus mendisplinkan para pembantunya yang kelakuaanya bak kampung dan preman terminal seperi Bahli, Luhut sampai Noel yang bicara tanpa berpikir. Apalagi Luhut Panjaitan yang kerap ngomong tanpa berpikir. Ada indikasi mengacaukan pemeintahan. Ini menunjukan pejabat tanpa etika atau sopan-santun,” tegas Jerry.



