“Kalau lihat secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa yang pertama stok di pasar Kramat Jati ini lebih dari cukup untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” kata Pramono.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengirimkan 10 truk bahan pangan setiap harinya dalam rangka subsidi pangan di sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan stok. Operasi Pasar (OP) tersebut rencananya akan dilakukan di 296 titik.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan contract farming dan kerja sama dengan daerah lain untuk mengatasi kelangkaan bahan pangan, termasuk cabai.
“Hari ini, setiap hari kita memberangkatkan 10 truk untuk melakukan subsidi di daerah-daerah di tempat-tempat yang kemudian misalnya mengalami kekurangan stok,” ucapnya.

Pramono juga meminta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan agar segera mengatasi jika terjadi kelangkaan pasokan pangan. Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan monitoring stok dan harga pangan di Jakarta.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan menyampaikan, subsidi pangan dilakukan dengan menjual bahan pangan di bawah harga pasar kepada masyarakat.
“Jadi kita menjual kepada masyarakat tapi dengan harga di bawah pasar,” ujar Agus Himawan.
Sementara itu, Trisna (55), pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengungkapkan, ada kenaikan harga untuk komoditas cabai merah yakni menjadi Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. Kenaikan harga disebabkan karena tingginya jumlah permintaan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.
“Nanti mulai turun lagi biasanya setelah lebaran,” ungkap Trisna.
Sedangkan pedagang lainnya, Najib (27) mengatakan, harga cabai rawit justru mengalami penurunan, dari yang sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu.
Dalam tinjauannya ini, Pramono didampingi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali; Plt Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan.






