Sementara mahasiswa-mahasiswa jujur, yang menulis siang dan malam, yang berdiskusi penuh peluh, yang berkali-kali ditolak karena paragrafnya belum kuat mereka hanya bisa menggigit bibir, melihat gelar mereka disejajarkan dengan para pemalsu ilmu itu.

Negeri ini, Nak, sedang menyulam kebohongan sebagai kebiasaan. Dan anak-anakmu kelak akan tumbuh dalam dunia yang percaya bahwa kecurangan adalah cara tercepat untuk menjadi besar. Bahwa lebih penting siapa orang tuamu, bukan siapa gurumu.

Baca Juga Pengamat Usul Presiden Pecat Hasan Nasbi Minggu, 23 Maret 2025
Pengamat Usul Presiden Pecat Hasan Nasbi

Doktor palsu akan berdiri di podium, menyebarkan ilusi. Profesor dagangan akan menulis buku moralitas. Sementara yang jujur, yang tulus mencintai ilmu, akan tersingkir perlahan.

Dan negeri ini akan terus merosot, bukan karena kurangnya lulusan bergelar, tapi karena berlimpahnya mereka yang menipu diri dan bangsanya dengan toga pinjaman.

Dan aku, Nak, hanya bisa menulis ini.
Menuliskannya dengan marah yang dalam.
Dengan kesedihan yang tak bisa lagi kutahan.

Sebab aku tahu ketika ilmu diperkosa di ruang-ruang akademik, maka negeri ini sedang berjalan menuju gelap yang tak bisa lagi diselamatkan.