Banten – Aktivis Muda dan Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Presidium AMUD (Aliansi Mahasiswa Untuk Daerah) siap bergabung dan mendukung penuh visi dan misi RPM (Relawan Pembela Masyarakat). Hal tersebut ditegaskan Aditya Ikhsan Presidium AMUD saat berdiskusi dengan Firdaus Lengkara Tim Khusus RPM di Coffe Shop Pandeglang pada Rabu 2 April 2025.

Menurut Aditya visi dan misi RPM sangat jelas berpihak kepada masyarakat kecil. Untuk itu, kata ia, pihaknya bersama gerakan aktivis Muda dalam AMUD siap mendukung penuh dan siap bergabung bersama gerakan RPM. Karena RPM bertujuan untuk membela masyarakat kecil yang harus dibela dan dirangkul agar bersatu dalam menggapai cita-cita.

Baca Juga Agenda Jahat Jokowi Ingin Hancurkan Prabowo Senin, 31 Maret 2025
Agenda Jahat Jokowi Ingin Hancurkan Prabowo Teropongistana.com Jakarta - Presiden Prabowo Subianto Diyakini Akan Menuai Hasil Perselingkuhan Politik Dengan Presiden Ke-7 Joko Widodo Alias Jokowi.  Karena Diduga Saat Ini Agenda Jokowi Dan Oligarki Di Belakangnya Sedang Berupaya Menghancurkan Prabowo. &Amp;Quot;Saat Ini Agenda Jokowi Dan Oligarki Di Belakangnya Sedang Berupaya Hancurkan Prabowo,&Amp;Quot; Kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi Kepada Wartawan, Minggu 30 Maret 2025. Ditambahkan Muslim, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tidak Dapat Membantah Ayahnya, Jokowi Karena Selama Ini Gibran Dianggap Hasil Dari Pengkhianatan Konstitusi. &Amp;Quot;Sulit Dimaafkan, Bahkan Seharusnya Dimakzulkan. Gibran Adalah Potret Busuk Politik Jokowi Yang Dimanfaatkan Prabowo Untuk Mendapatkan Dukungan Jokowi Dan Oligarki Di Belakang Jokowi Untuk Memperoleh Kekuasaan Dengan Melanggar Konstitusi,&Amp;Quot; Kata Muslim. Apalagi, Kata Muslim, Terpilihnya Prabowo-Gibran Adalah Dukungan Dari Jokowi Sebagaimana Yang Pernah Disampaikan Prabowo Saat Pidato Di Hut Ke-17 Partai Gerindra. &Amp;Quot;Prabowo Menikmati Itu, Dan Sekarang Prabowo Akan Menuai Hasil Perselingkuhan Politik Dengan Jokowi. Dan Gibran Itu Hanya Boneka Dan Pion Jokowi Dan Oligarki Di Belakangnya,&Amp;Quot; Pungkas Muslim.

“Saya mengapresiasi langkah RPM yang di gagas oleh bang Aji Rosyad dengan visi dan misi yang jelas organisasi yang bertujuan bagaimana upaya agar bisa membela masyarakat yang membutuhkan khususnya warga kurang mampu di Banten, itu poin penting yang harus kita dukung,”tegas Aditya.

Menurutnya dengan bersatunya masyarakat dalam RPM ini akan menjadi sebuah wadah perjuangan masyarakat yang kuat untuk mengawal hak-hak yang memang perlu diperjuangkan kedepannya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Firdaus Lengkara Timsus RPM menegaskan bahwa RPM tentu sangat menyambut baik dukungan dari aktivis yang tergabung di AMUD.

Ia menegaskan, bahwa RPM tumbuh dan hadir atau terbentuk dari hati nurani, dan dari berbagai pengalaman dalam memperjuangkan hak masyarakat khususnya warga tak mampu. Untuk itu, kata Firdaus, RPM tentunya akan terus berjuang dan merangkul semua kalangan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap sosial dan lingkungan seperti yang dilakukan oleh para aktivis muda yang tergabung dalam presidium AMUD.

Baca Juga 31 Maret 2025 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446  Minggu, 30 Maret 2025
31 Maret 2025 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446  Teropongistana.com Jakarta - Pemerintah Menetapkan 1 Syawal 1446H/2025 M Jatuh Pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan Ini Didasarkan Pada Keputusan Sidang Isbat Yang Dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, Di Kantor Kementerian Agama, Jalan Mh Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). “Sidang Isbat Secara Bulat Menetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada Hari Senin, 31 Maret 2025,” Ujar Menag Dalam Konferensi Pers Yang Digelar Usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H. Menurut Menag, Sidang Menyepakati Keputusan Tersebut Karena Dua Hal. &Amp;Quot;Pertama, Kita Telah Mendengar Paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag Posisi Hilal Hari Ini Di Seluruh Indonesia Masih Di Bawah Ufuk Dengan Ketinggian Berkisar Minus 3 Derajat 15,47 Detik Sampai Minus 1 Derajat 4,57 Detik. Dengan Sudut Elongasi Berkisar 1 Derajat 12,89 Detik Hingga 1 Derajat 36,38 Detik,&Amp;Quot; Kata Menag. &Amp;Quot;Secara Hisab, Data Hilal Pada Hari Ini Belum Memenuhi Kriteria Visibilitas Hilal Mabims,&Amp;Quot; Imbuhnya. Artinya, Secara Hisab Posisi Hilal Di Indonesia Saat Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H, Tidak Ada Yang Memenuhi Kriteria Baru Yang Ditetapkan Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Dan Singapura). Diketahui, Bahwa Menteri Agama Anggota Mabims Menyepakati Kriteria Baru Yaitu Tinggi Hilal 3 Derajat Dan Sudut Elongasi 6,4 Derajat. Dengan Posisi Demikian, Lanjut Menag, Maka Secara Astronomis Atau Hisab, Hilal Tidak Dimungkinkan Untuk Dilihat. Hal Ini Selanjutnya Terkonfirmasi Oleh Pernyataan Para Perukyah Yang Diturunkan Kemenag. Pada Tahun Ini, Rukyah Dilaksanakan Kemenag Pada 33 Lokasi Di Indonesia. &Amp;Quot;Kita Mendengar Laporan Dari Sejumlah Perukyah Hilal Yang Bekerja Di Bawah Sumpah, Mulai Dari Aceh Hingga Papua. Di 33 Titik Tersebut, Tidak Ada Satu Pun Perukyah Dapat Melihat Hilal,&Amp;Quot; Ujar Menag Yang Didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi'I, Ketua Komisi Viii Dpr Marwan Dasopang, Ketua Mui Kh Asrorun Niam, Dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. Karena Dua Alasan Tersebut, Sidang Isbat Menyepakati Untuk Mengistikmalkan (Menyempurnakan) Bulan Ramadan Menjadi 30 Hari Sehingga 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada Hari Senin, 31 Maret 2025. &Amp;Quot;Jadi, Minggu Besok Umat Islam Di Indonesia Masih Akan Menjalani Ibadah Puasa Ramadan, Selanjutnya Malam Senin Akan Takbiran Menyambut Idulfitri,&Amp;Quot; Jelas Menag. Menurut Menag, Umat Islam Di Indonesia Perlu Bersyukur Dengan Ramadan Dan Syawal Yang Terjadi Tahun Ini, Di Mana Seluruh Elemen Masyarakat Bisa Mengawali Dan Mengakhiri Dengan Waktu Yang Sama. &Amp;Quot;Alhamdulillah Satu Keberuntungan Bangsa Indonesia, Tahun Ini Awal Ramadannya Sama Dan Alhamdulillah Lebarannya Pun Sama,&Amp;Quot; Tutur Menag. &Amp;Quot;Mudah-Mudahan Keputusan Ini Merupakan Sarana Untuk Umat Islam Di Indonesia Agar Tetap Menjaga Toleransi Dan Kebersamaan, Baik Dalam Menjalankan Ibadah Maupun Dalam Bermasyarakat Di Dalam Naungan Tanah Air Yang Sama,&Amp;Quot; Sambungnya. Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H Ini Digelar Secara Luring Dan Dihadiri Perwakilan Ormas Islam, Perwakilan Duta Besar Negara Sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, Serta Para Pejabat Eselon I Dan Ii Kementerian Agama.