Teropongistana.com Jakarta – Pada awalnya, Tempo adalah majalah bonafid yang disukai banyak orang. Karena mereka menulis berita dengan diksi indah dan fakta yang jujur. Bahkan berani melawan rezim orde baru. Namun sayangnya Tempo versi kekinian makin diragukan krediblitasnya, karena membuat kekacauan dan tak lagi netral.
Sebuah media (cetak maupun online), dituntut untuk tidak memihak ke 1 orang atau organisasi tertentu. Ia juga mengandung berita yang valid, tidak hoax, dan memberi pengetahuan baru kepada masyarakat. Kriteria ini dulu ada di dalam majalah Tempo yang sudah terbit sejak tahun 1971.
Sayang Sebuah media (cetak maupun online), dituntut untuk tidak memihak ke 1 orang atau organisasi tertentu. Ia juga mengandung berita yang valid, tidak hoax, dan memberi pengetahuan baru kepada masyarakat.
Dikatakan Revitriyoso Husodo aktivis 98, Majalah Tempo edisi 7-13 April 2025 dengan head line “Tentakel Judi Kamboja”, yang mengaitkan nama tokoh-tokoh tertentu dengan judi di Kamboja secara serampangan:
Pertama, sisi kelam dari kebebasan pers seringkali melahirkan “penghakiman sepihak”. Kita menghormati kemerdekaan pers yang dijamin konstitusi. Namun, menurut saya pemberitaan tanpa disertai data dan fakta yang kredibel adalah sebuah “penghakiman sepihak”, trial by the press. Bagi saya, trial by the press adalah malapetaka jurnalisme.
Kedua, itulah yang terjadi pada pemberitaan Majalah Tempo edisi 7-13 April 2025 dengan head line “Tentakel Judi Kamboja”, yang mengaitkan nama Sufmi Dasco Ahmad dengan bisnis kasino di Kamboja. Saya menilai pemberitaan Tempo yang mengaitkan Sufmi Dasco Ahmad tersebut sebagai sebuah bentuk “penghakiman sepihak”.


