Teropongistana.com Banten – Tangisan warga Kampung Sebe, Kecamatan Kopo, kini tak terdengar lagi oleh telinga aparat penegak hukum. Sudah berkali-kali motor warga dicuri, laporan masuk, bukti diserahkan, bahkan rekaman CCTV telah diberikan, namun Polsek Kopo hanya diam seperti patung tanpa nyawa, Sabtu (19/04/2025).

Institusi yang seharusnya menjadi benteng terakhir rakyat justru tampak mandul, tak berdaya, dan kehilangan taring. Kantor Polsek Kopo yang berdiri gagah di Jl. Raya Kopo – Cikande No. 66, kini lebih mirip simbol kemewahan kosong tanpa fungsi perlindungan.

Untuk apa ada kantor polisi, kalau maling bebas gentayangan?  begitulah keluh kesah masyarakat yang tak lagi percaya. Mereka merasa ditelantarkan, dibiarkan menjadi korban oleh aparat yang lebih sibuk menjaga citra daripada menyelamatkan warga dari kejahatan yang nyata.

Berikut adalah deretan bukti kegagalan Polsek Kopo yang tak terbantahkan:

Muhamad Jefri Nugraha, warga Kp. Sebe RT 016 RW 006, kehilangan motor Trail (KLX) pada 28 Maret 2025. Laporan: STP/31/III/2025/Sektor. Hasil? Nihil.

-Rahmat Hidayatullah, honorer dari Kp. Sebe, kehilangan motor Honda Beat pada 23 Februari 2025. Laporan: LAPDU/24/II/2025.Hasil? Sunyi.