Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said yang menyambut baik dorongan berbagai pihak terhadap inklusivitas masjid. Ia menyampaikan bahwa Kemenag membuka ruang kolaborasi untuk menyusun panduan dan langkah strategis menuju masjid yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Halaqoh ini merumuskan sejumlah rekomendasi, antara lain alokasi anggaran khusus untuk renovasi dan pembangunan masjid ramah disabilitas; pelatihan takmir tentang layanan keagamaan inklusif; serta kolaborasi lintas sektor dalam audit aksesibilitas masjid di seluruh Indonesia.

Acara ini menegaskan bahwa membangun masjid ramah disabilitas bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keberpihakan, keadilan, dan kemanusiaan.