Lebih jauh, Khadafi menyampaikan bahwa investasi terbaik negara adalah pada sektor pendidikan. Menurutnya, beasiswa dan pembebasan biaya pendidikan adalah bentuk nyata investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
“Cara terbaik membangun bangsa ini adalah melalui pendidikan. Memberikan beasiswa dan pendidikan gratis berarti kita sedang menanamkan investasi besar untuk generasi penerus,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan kebijakan ini harus dijalankan dengan strategi yang matang dan berbasis data. Pemerintah diminta menyusun rencana yang terukur agar realisasinya tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesenjangan baru.
Menjawab pertanyaan soal apakah seluruh biaya pendidikan akan digratiskan, Khadafi menyebut hal itu masih dalam tahap pembahasan teknis di internal pemerintah. DPR RI, menurutnya, masih menunggu usulan resmi dari Kemendikbudristek terkait skema pembiayaan yang akan diterapkan.

“Prinsipnya adalah keadilan. Tapi tentu kita harus lihat dulu mata anggarannya seperti apa. Nantinya dari situ baru bisa dirancang skema pemberian bantuan atau subsidi,” ujar dia.
Ia memastikan DPR RI akan terlibat aktif dalam proses tersebut dan mendorong agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang selama ini paling terdampak biaya pendidikan.

“Kami masih menunggu strategi dari pemerintah. Setelah itu, DPR akan melakukan kajian dan pengawasan, agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” tandasnya.
Putusan MK ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen negara dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata. Khadafi berharap, langkah ini menjadi awal dari transformasi sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berpihak kepada seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.

“Dengan negara sebesar ini, saya yakin kita bisa memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa. Ini bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk cinta kita terhadap masa depan Indonesia,” pungkasnya.


