Aang menyebut bahwa hingga saat ini, kekuatan politik Jokowi masih signifikan. Ia menyatakan bahwa sekitar 78% anggota kabinet saat ini merupakan loyalis Jokowi dan sewaktu-waktu dapat bergeser mendukung langkah politik baru Jokowi jika dibutuhkan.
“Ini bisa menjadi ancaman serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Jokowi sedang mengingatkan bahwa dia belum habis dan bisa kembali ke gelanggang politik kapan saja,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik Adi melihat pergantian logo PSI dari sudut yang lebih praktis. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk rebranding partai.
“PSI memang perlu penyegaran untuk menarik pemilih, terutama anak muda dan kalangan milenial yang pernah menjadi basis Jokowi. Tapi simbol dan warna yang digunakan menunjukkan upaya mempertebal asosiasi PSI sebagai partainya Jokowi,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, “Huruf ‘P’ dalam logo pun bisa ditafsirkan sebagai simbol pengaruh Presiden. Semua ini memperkuat kesan bahwa PSI ingin mengukuhkan diri sebagai rumah politik baru bagi pendukung Jokowi.”


