Sumber yang sama menyebut bahwa pergantian Bahlil hanya tinggal menunggu waktu. Sementara itu, pernyataan dari pihak Bahlil yang menyebut isu Munaslub sebagai hoaks justru dianggap sebagai bentuk kekhawatiran terhadap gerakan tersebut.

“Bahlil dinilai lebih patuh kepada Presiden ke-7, Joko Widodo, dibanding Presiden Prabowo. Ini menjadi dasar kuat bagi sebagian pihak untuk mendorong pergantian,” lanjut Agus.

Ia pun mengingatkan bahwa apabila situasi ini tidak ditangani secara bijak, kepemimpinan Bahlil justru bisa menjadi hambatan dalam upaya konsolidasi politik Presiden Prabowo menjelang Pilpres 2029.

Meski demikian, gerakan di balik upaya Munaslub tidak sepenuhnya mulus. Loyalis Bahlil yang sebagian besar berasal dari kalangan pengusaha dan mengisi banyak posisi strategis di tubuh partai disebut memberikan perlawanan serius.

Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya mengonfirmasi berbagai pihak terkait dinamika internal Partai Golkar tersebut.