Teropongistana.com Jakarta — Suhu politik di internal Partai Golkar kembali memanas. Isu pergeseran kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu mulai menguat. Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum, dikabarkan bakal dilengserkan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang direncanakan digelar pada akhir tahun 2025 sebelum reshuffle kabinet yang juga santer dibicarakan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa telah ada sinyal dari Istana mengenai restu pergantian pucuk pimpinan Golkar. Beberapa faksi internal partai disebut sudah bersiap menyambut pergantian tersebut.

Nama Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang, mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Bahlil. Nusron dianggap sebagai figur yang memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan mampu menjembatani berbagai kepentingan di internal Golkar.

Iklan

Tak hanya Nusron, Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital yang juga dikenal sebagai kader muda potensial Golkar, disebut-sebut turut masuk dalam bursa calon ketua umum. Meutya dikenal memiliki rekam jejak baik serta loyalitas tinggi terhadap partai, (3/8).

Nama lain yang mulai ramai dibicarakan di lingkaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar adalah Maman Abdurrahman, Menteri UMKM. Meski pergerakannya terkesan senyap, pengaruh Maman di kalangan akar rumput dan elite muda partai dinilai cukup signifikan.

Berdasarkan informasi dari sumber internal yang enggan disebutkan namanya, situasi di dalam Golkar kini digambarkan seperti perang dingin. Antar-faksi saling serang, namun pergerakan dilakukan dalam senyap. Intrik politik dan manuver internal semakin intens, seiring menguatnya dorongan untuk melakukan perubahan kepemimpinan.