Tjhong menyayangkan pertemuan Kapolres Lebak dengan pihak PLN UP3 Banten sangat melukai kami sebagai rakyat yang sedang berjuang demi tegaknya hukum dan keadilan untuk masyarakat banyak.
“Kami bersuara keras hingga menggelar aksi unjuk rasa bukan untuk kami, bukan untuk kelompok kami, tapi, kami berjuang untuk orang banyak yang mana tambang batu bara ilegal jelas selain tindak pidana juga berdampak pada perusakan alam dan pencemaran lingkungan.” ungkapnya

ia menambahkan, Mungkin tidak hari ini, tapi bisa kemungkinan kedepan bencana menanti di depan mata. Terlebih, kami merasakan, meratapi duka yang mendalam atas adanya korban meninggal di lokasi tambang batu bara ilegal itu.
“Pak Kapolres seharusnya menjaga, mengayomi kami sebagai rakyat dan menegakan hukum sesuai amanah yang ada di pundaknya, bukan malah melukai rakyat dengan mengapresiasi PLN yang di duga kuat menyuplai listrik ke tambang ilegal. Bagi kami, suplai listrik ke tambang ilegal adalah bentuk penghianatan terhadap rakat dan Negara. karena, rakyat berkeringat membayar pajak untuk gaji mereka,” tambahnya
Tjhong perihatin matinya penegakan hukum di kabupaten Lebak terhadap para penghianat rakat, perusak lahan perhutani dan semua oknum yang rakus memperkaya diri sendiri dengan cara merusak ekosistem alam dan melakukan pencemaran.
Untuk itu, masih kata Tjhong, pernyataan apresiasi itu adalah sebagai bentuk bukti untuk PKN melampirkan LP ke Mabes Polri agar pak Kapolri mengetahui matinya penegakan hukum di Kabupaten LEBAK.

“Kata-kata Apresiasi terhadap PLN kita tanamkan di dalam pikiran dan kita lampirkan sebagai bukti bahwa Pak Kapolres Lebak telah ikut serta dengan PLN dan adanya keberpihakan. Pikir secara logika dan akal sehat kita, bagaimana bisa PLN yang kini sedang di soroti masyarakat luas dengan penuh kekecewaan tapi malah di apresiasi oleh Kapolres Lebak. Apalagi sudah ada korban jiwa di tambang ilegal itu yang diduga tersengat aliran listrik,” tuturnya
Lalu Tjhong menegaskan lagi, dirinya akan fokus, konsisten dan berkomitmen berjuang demi tegaknya hukum di Lebak, penyelamatan Aset Negara dan pajak rakyat, dirinya dengan aktivis lainnya akan menggelar aksi besar di Mabes polri.

“Kita akan berjuang demi Kabupaten Lebak, demi masyarakat, demi ekosistem alam dan lingkungan dan demi pajak rakyat. Saya akan bersuara secara terus menerus bahkan pesan ini harus sampai ke Pak Kapolri dan Presiden RI,” pungkasnya.
Hingga berita ini di terbitkan, Awak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.




