Sementara itu, sumber internal berinisial M menyebut saat ini terjadi krisis kepercayaan di tubuh Golkar. Faksi pendukung Bahlil disebut siap melawan, bahkan jika harus berhadapan dengan Istana, karena Bahlil dianggap memiliki hubungan kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, faksi yang ingin mengganti Bahlil dikabarkan sudah menggalang dukungan dari DPD tingkat I dan II. Bahkan, susunan alternatif DPP Golkar disebut telah disiapkan. Kritik terhadap Bahlil antara lain karena dianggap terlalu dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo.
Baca JugaSimon Aloysius Mantiri Dinilai Gagal Majukan Pertamina, CBA: Lebih Cocok Jadi Tukang KreditKamis, 7 Agustus 2025

“Sekarang bukan eranya Jokowi, sekarang eranya Gemoy Prabowo Subianto,” ungkap sumber tersebut.


