Teropongistana.com Jakarta – Polemik internal Partai Golkar kembali mencuat. Setelah sebelumnya politisi senior Golkar Melchias Markus Mekeng membantah adanya wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melengserkan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, kini suara dukungan terhadap isu tersebut mulai terdengar.

Mekeng sebelumnya menegaskan isu Munaslub hanya kabar tak jelas sumbernya.
“Kalau kita baca di media kan hanya isu-isu, tapi sumbernya dari mana tidak pernah jelas. Menurut hemat saya, itu berita hoaks,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).

Namun, Ridwan Hisjam, politisi senior Golkar asal Jawa Timur, menyatakan bahwa Munaslub bisa saja dilakukan jika memenuhi empat syarat sesuai AD/ART partai: ketua umum melanggar aturan partai, terlibat pidana, berhalangan tetap (meninggal dunia atau sakit permanen), atau mengundurkan diri.

Iklan

Ridwan menambahkan, dorongan Munaslub bukan baru muncul belakangan ini. Menurutnya, sejumlah kader di daerah sudah lama menyuarakan hal tersebut karena menilai suara Golkar menurun di pemilu.

“Kader di bawah rutin menghitung suara Golkar di desa-desa. Mereka tahu suara kita turun, maka muncul ketidaksenangan dan dorongan Munaslub,” kata Ridwan, Kamis (7/8) malam.

Bagi Ridwan, isu Munaslub adalah hal biasa di Golkar. “Golkar itu disenggol mekar. Makin disenggol, akarnya makin kuat. Jadi ketum Golkar harus kuat senggol-senggolan,” tegasnya.