Selain itu, Jerry menilai sejumlah pernyataan Bahlil terkait kebijakan, seperti gas elpiji 3 kg dan tambang di Raja Ampat, menambah amarah masyarakat. Ia menyebut Bahlil sering asal bicara sehingga berpotensi menurunkan elektabilitas Golkar.

Jerry juga menyinggung kedekatan Bahlil dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Golkar tidak boleh dijadikan kendaraan politik pihak tertentu untuk kepentingan 2029.

“Pemilihan Bahlil sebagai ketua umum pun diduga sarat intervensi kekuasaan. Ini berbahaya bagi independensi Golkar,” kata Jerry.

Sebagai solusi, ia mendorong agar kader senior maupun sesepuh Golkar mempertimbangkan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto sebagai ketua umum baru.

“Tutut sangat mumpuni. Karier politiknya panjang, ia besar di lingkungan Golkar dan pernah menjadi Menteri Sosial. Banjir dukungan dari masyarakat dan kader golkar ini adalah suara rakyat selain itu banyak kader dan akar rumput merindukan kejayaan Golkar di era Soeharto,” tuturnya.