Teropongistana.com JAKARTA – Sejak awal Presiden Prabowo Subianto sudah mewanti-wanti agar penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dipercepat, solusinya dengan memberdayakan secara maksimal dapur-dapur sekolah, tidak hanya melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Arahan presiden tersebut semata-mata untuk memastikan agar semakin cepat dan semakin banyak anak-anak, para siswa, termasuk para ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia yang bisa menikmati makan bergizi yang sangat dibutuhkan untuk pemenuhan gizi dalam pertumbuhannya.

Pemanfaatan Dapur Sekolah secara maksimal untuk Program MBG ini melibatkan sekolah dan lingkungan sekitar. Targetnya meliputi pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi, memastikan kapasitas produksi yang sesuai, menerapkan pengelolaan bahan makanan yang higienis, menjamin sirkulasi dan ventilasi udara yang baik, serta penyimpanan dan penyajian makanan yang aman.
Dapur Sekolah juga dapat berfungsi sebagai pusat edukasi gizi, mendukung ekonomi lokal melalui pengadaan bahan dari UMKM, dan menjadi bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyalurkan makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional.

Selain itu, menurut Fadhil As, Mubarok dari Mubarok Institute, dengan memberdayakan dan memaksimalkan fungsi dan peran Dapur Sekolah, tidak sekadar menyediakan makanan semata, tetapi menjadi laboratorium untuk pendidikan karakter anak-anak.
“Saat anak-anak terlibat dalam kegiatan seperti mencuci piring, membersihkan area makan secara mandiri, sejatinya mereka sedang mempraktekkan pembelajaran untuk tanggung jawab, gotong royong, dan saling menghargai, serta rasa kebersamaan. Semoga hal-hal kecil ini bisa membangkitkan karakter anak-anak kita ke depan, yang selama ini terasa hilang,” jelas pria yang akrab disapa Gus Fadhil ini.



