“Puan Maharani harus bertanggung jawab penuh. Jalan paling terhormat adalah mundur dari jabatannya. Jika tidak, DPR hanya akan semakin kehilangan legitimasi dan kepercayaan rakyat,” tuturnya.

Egi menyerukan agar DPR segera melakukan introspeksi mendalam, menghentikan wacana kenaikan gaji, dan membuka ruang dialog yang sesungguhnya dengan rakyat. Ia menekankan, aksi demonstrasi adalah hak konstitusional, bukan alasan terjadinya kekerasan dan jatuhnya korban.

“Rakyat hadir untuk menyuarakan keadilan, bukan untuk disambut dengan gas air mata atau peluru. Tragedi Affan adalah alarm bagi demokrasi Indonesia,” pungkasnya.