Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Arini Widyastuti, S.Pd, MM keterlibatan orang tua dan komite sekolah ini sangat penting, selain dilibatkan untuk membantu sebagai tim panitian pada pelaksanaan Dapur Sekolah, sekaligus mereka juga ikut mengawasi mutu dan variasi makanan yang disajikanya.

Dan tidak mungkin, lanjut Arini orang tua akan memberikan makanan yang asal asalan, pasti yang terbaik dan menunya juga bervariasi sehingga anak-anak tidak bosan, selain itu juga dari sisi keamanan akan diperhatikan oleh para orang tua yang terlibat sebagai tim panitia.

Keterbilatan orang tua dan komite sekolah, kita nantinya kita atur jadwalnya, agar semua orang tua bisa ikut sebagai tim panitia. Dengan kebersamaan seperti ini, justru orang tua dan komite sekolah merasa senang, bahkan ada yang ikut membantu menambahi menu yang sudah ada, misalny ada yang memberikan buah, dan makanan kecil lainya.

Sebagaimana diketahui, target akhir 2025 untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah mengoperasikan 30.000 dapur MBG untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat. Saat ini BGN hanya bisa mendirikan sekitar 6.096 dapur yang beroperasi. Rencananya pemerintah menambah lebih dari 24.000 dapur lagi dalam empat bulan terakhir tahun 2025 untuk mencapai target ini.

Badan Gizi Nasional (BGN) memusatkan perhatian pada percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil, terdepan dan teringgal (3T). Pembangunan dilakukan melalui satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk pemerintah daerah (pemda).

Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, ada sejumlah kriteria yang menjadi fokus pembangunan SPPG di wilayah 3 T, di antaranya lokasi yang tidak dapat dijangkau dalam waktu 30 menit perjalanan dan memiliki penerima manfaat kurang dari 1.000 orang.

Kasus keracunan dari dapur umum MBG masih berlangsung setiap hari. Sebanyak
251 siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sumatera Selatan, mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis pada Rabu, 17 September 2025. Mereka dilarikan ke rumah sakit Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Trikora Salakan.

Di hari yang sama sebanyak 150 pelajar asal Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis. Mayoritas pelajar itu mengalami keracunan ringan. Kepala Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani telah menerjunkan tim ke lapangan, termasuk mengirim kebutuhan obat untuk perawatan.

Uji coba penerapan Dapur Sekolah sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi problematika yang terjadi selama pelaksanaan Makan Bergizi Gratis selama ini. Dan SD N 01 Menteng, Jakarta Pusat sudah membuktikan bahwa MBG berbasis Dapur Sekolah efektif menghindari keracunan massal.