“Banyak yang menghindar karena Komisi IV dikenal sebagai ‘Komisi Air Mata’. Padahal di sinilah letak perjuangan nyata untuk rakyat kecil. Kita bicara pangan, laut, dan hutan tiga urat nadi kehidupan bangsa,” jelasnya.
Menurutnya, sektor ini menghadapi tantangan besar, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan petani dan nelayan hingga belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah. Banten memiliki potensi ekonomi luar biasa yang belum tergarap maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Rahman merencanakan pembangunan pusat pelatihan petani dan peternak di Banten. Tujuannya agar masyarakat mendapat pendidikan konsep pertanian modern, pemeliharaan ternak, pengendalian penyakit, serta manajemen usaha tani yang baik.
“Petani dan nelayan kita perlu dibekali ilmu sebelum menerima bantuan. Kalau mereka paham cara mengelola, bantuan itu akan hidup dan menghasilkan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi kepentingan masyarakat.
“Kita boleh berbeda warna politik, tapi tujuan kita satu memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Sinergi antara DPR, pemerintah daerah, dan kementerian harus berjalan baik,” lanjutnya.

Menutup kegiatan tersebut, Arif Rahman menegaskan harapannya agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kita ingin masyarakat Banten mandiri secara ekonomi. Dari petani dan nelayan inilah akan lahir pengusaha sukses yang memajukan daerahnya,” pungkasnya.




