Hilirisasi di berbagai sektor strategis nasional. Pemberantasan korupsi dengan penanganan tegas terhadap sejumlah kasus besar.
Penguatan jaringan pengaman sosial melalui program Sekolah Rakyat, MBG (Modal Bagi Generasi), pembangunan tiga juta rumah rakyat, serta pembentukan Koperasi Merah Putih.

Selain capaian ekonomi, Revitriyoso menyoroti peran aktif Indonesia di panggung geopolitik internasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Pemerintah menunjukkan keberanian dalam upaya penyelesaian konflik global seperti perang Rusia Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza, termasuk mendorong pengakuan dua negara bagi Palestina dan Israel.

Di sisi lain, Indonesia juga memperkuat posisi strategisnya dengan bergabung ke dalam BRICS tanpa mengabaikan hubungan baik dengan Amerika Serikat,” paparnya.
Revitriyoso menilai kebijakan luar negeri tersebut mencerminkan posisi Indonesia sebagai negara berdaulat yang mampu menjaga keseimbangan dalam hubungan internasional.

“Langkah-langkah ini memperlihatkan ketegasan dan keberanian Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Kesejahteraan rakyat tetap menjadi tujuan utama dari seluruh kebijakan yang diambil,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Revitriyoso menambahkan bahwa meski masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, proses pembangunan yang sedang berjalan sudah berada di jalur yang benar.
“Segala sesuatu butuh waktu dan konsistensi. Kami optimistis dengan arah kebijakan yang ditempuh saat ini, roda ekonomi rakyat akan semakin kuat dan kehidupan masyarakat kian membaik,” pungkasnya.



