Didik menekankan bahwa semangat kerja bersama dan komitmen terhadap integritas adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, setiap pegawai diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Kejati Sulsel yang lebih maju dan berprestasi.
Program Prioritas untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik
Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya ini mengemukakan beberapa program utama yang dianggap krusial untuk peningkatan kualitas Kejati Sulsel. Salah satunya adalah rencana pembangunan mess pegawai, sebuah inisiatif yang telah sukses ia terapkan di beberapa wilayah tugas sebelumnya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.
Selain itu, perbaikan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama. Hal ini akan diwujudkan melalui pembaruan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar lebih efisien dan responsif. Kejati Sulsel juga akan menetapkan standar pelayanan yang jelas untuk saksi di seluruh Kejaksaan Negeri, bekerja sama dengan Mahkamah Agung.
Peningkatan layanan e-tilang juga menjadi bagian dari upaya reformasi pelayanan publik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam berinteraksi dengan Kejaksaan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas institusi.
Menciptakan Lingkungan Kerja Inovatif dan Nyaman
Mantan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur ini juga menyoroti pentingnya menciptakan suasana kantor yang lebih nyaman untuk menumbuhkan semangat kerja bersama. Lingkungan kerja yang kondusif diyakini dapat mendorong produktivitas dan kreativitas pegawai.
Setiap bidang diinstruksikan untuk memiliki inovasi dan program unggulan yang spesifik, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan. Rapat Paripurna perdana ini menjadi penanda dimulainya era baru di Kejati Sulsel, dengan fokus pada peningkatan integritas, disiplin, dan inovasi layanan.
Didik Farkhan juga berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya, mulai dari riwayat pendidikan, perjuangan saat kuliah, hingga pengalamannya bekerja di Surat Kabar Jawa Pos sebelum akhirnya menjadi jaksa. Latar belakang keluarganya yang berprestasi, di mana ketujuh saudaranya memiliki profesi mapan dan ketiga anaknya berprestasi akademik cemerlang, turut menjadi motivasi.
