Teropongistana.com Jakarta – Setiap pemimpin memiliki agenda pada masa lalunya. Diakui atau tidak, Prabowo tidak pernah bisa menghindar dari stampel representasi orde baru.
Menjadi bagian dari pergulatan catatan kelam sejarah bangsa, bagi jabatan orang nomer satu di negeri ini punya banyak ruang kekuasaan untuk merubah apapun.
Termasuk Masa Lalunya
Dimulai dari penghapusan kerusuhan 98 bukan sebagai pelanggaran HAM, berlanjut dengan pemberian gelar Pahlawan kepada Suharto, diktator 32 tahun.
Prabowo ingin merubah catatan kelam bangsa menjadi etalase glamour tanpa bercak darah dan caci maki. Semua dilakukan dalam kemasan demokrasi : mendengar aspirasi berbagai pihak, mempertimbangkan suara mayoritas dll.
Namun tetap otoriter. Karena keputusan sudah dibuat sebelum wacana dilempar ke publik sebagai basa-basi demokrasi.

