Teropongistana.com, Jakarta – Hari Santri 2026 dibuka di Pondok Pesantren Tebuireng, tempat resolusi jihad dahulu betkobar.
Semoga saja resolusinya tidak berbeda, yakni dari semangat jihad melawan penjajah, beralih menjadi semangat naik jabatan—setidaknya sampai ke Eselon I. Begitukah?
Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan bangga mengumumkan rencana pembentukan unit Eselon I khusus pesantren. Katanya, agar urusan pesantren lebih serius, bukan sekadar dititipkan di Eselon II. Dengan kata lain, pesantren pun kini punya tiket resmi masuk dunia “high class birokrasi.”
Kalau dulu santri berperang dengan bambu runcing, sekarang santri akan diperjuangkan dengan surat keputusan. Mungkin begitu kira-kira tafsir bebas dari pidato Menag.
Menag mengingatkan bahwa pesantren sejak dulu dikenal mandiri. Namun, pemerintah merasa tidak tega membiarkan kemandirian itu begitu saja. Solusinya? Ya, ditemani birokrasi. Karena di negeri ini, apa sih yang tidak bisa diperbaiki dengan sebuah struktur baru? Begitu kan?
Santri mungkin akan tetap mandiri, tapi dengan SK, stempel, dan laporan kegiatan bulanan yang rapi.

