Selain eselonisasi pesantren, Menag juga mengabarkan bahwa program Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis kini sudah menyentuh pesantren. Santri pun resmi menjadi target gizi negara, bukan hanya target dakwah kiai.

Dulu, santri makan tempe goreng dengan sambal terasi dianggap sederhana tapi barokah. Sekarang, menunya mungkin bergizi tapi wajib dilaporkan lewat aplikasi: nasi, lauk, plus lampiran tanda terima.

Baca Juga Kejati Jatim Ingatkan Perkara di Sektor Perbankan Jumat, 21 November 2025
Kejati Jatim Ingatkan Perkara Di Sektor Perbankan

Tebuireng dipilih bukan tanpa alasan. Dari sinilah Resolusi Jihad 1945 dikumandangkan. Bedanya, resolusi kali ini bukan soal mempertahankan kemerdekaan, tapi mempertahankan posisi baik.

“Kalau pesantren kuat, bangsa ini kuat,” kata Menag. Tentu, asal kuat juga menghadapi audit anggaran dan laporan pertanggungjawaban.

Rangkaian Hari Santri 2025 dipenuhi acara mulai dari halaqah kebangsaan, MQKI internasional, hingga expo kemandirian pesantren. Semua keren, semuanya berlabel nasional-internasional.

Santri dulu mengaji kitab kuning sampai larut malam. Santri sekarang, selain mengaji, mungkin juga harus belajar presentasi PowerPoint supaya siap ikut expo kemandirian.

Hari Santri kini semakin megah, dengan doa, expo, hingga “branding internasional.” Dari Resolusi Jihad ke Resolusi Birokrasi, dari bambu runcing ke SK Eselon I.

Dan siapa tahu, di masa depan, santri bukan hanya hafal Alfiyah, tapi juga hafal struktur organisasi lengkap dengan eselonisasi. Karena di negeri ini, bahkan pesantren pun akhirnya belajar satu hal penting: tanpa birokrasi, barokah terasa kurang administrasi. (Kei)