Nardi, ayah dari Wisnu Surya Saputra yang berprofesi sebagai pedagang pentol kuah bercerita memang anaknya sejak kecil sudah menjadi atlit pencak silat. Bahkan, kata Nardi, Wisnu pernah menjadi Juara 1 nasional kelas E putra kejuaraan cabang olahraga DBON, Juara 2 propinsi
Juara 1 kabupaten.
Nardi bersyukur anaknya lulus masuk TNI-AD yang merupakan cita-cita kebanggaan keluarganya. Dalam himpitan ekonomi tersebut, kata Nardi, dia hampir dilanda putus asa. Dalam benak pikiran Nardi, dia sempat mengatakan apakah mungkin anaknya bisa lulus menjadi anggota TNI AD lantaran tidak memiliki uang untuk biaya.
Namun, mimpi anaknya menjadi anggota TNI kembali melecutnya. Tak mau menjadi beban pikiran sang ibu dan ayah. Kata Nardi, anaknya terus mengikuti proses seleksi dan sampai tingkat akhir di Bandung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0603 Lebak, Korem 063 Maulana Yusuf Serang, Grup 1 Kopassus Serang, Kodam III Siliwangi yang telah mensupport para calon Prajurit asli negeri menempuh seleksi dari Tes Administrasi sampai Pantukhir,” sebutnya.
“Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya. Saya saksi hidup biaya seleksi tidak dipungut biaya hanya untuk transportasi dan makan saja,” tambah Nardi dengan mata berkaca-kaca.



