Dengan kondisi ekonomi yang terbatas suaminya bekerja sebagai buruh serabutan dan Cicih hanya ibu rumah tangga keluarga ini tak memiliki banyak pilihan. Demi keselamatan nyawa sang anak, Cicih mengaku terpaksa meminjam uang ke rentenir.
“Kekurangan biaya, Pak. Sudah tidak ada uang. Akhirnya pinjam ke rentenir karena memang tidak ada jalan lain,” tuturnya lirih.

Keputusan itu diambil bukan tanpa risiko. Cicih menyadari jeratan utang rentenir akan menambah beban, namun baginya, keselamatan anak adalah segalanya.
Ironisnya, hingga kini keluarga Cicih mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik BLT (Bantuan Langsung Tunai) maupun BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

Kini, harapan mereka hanya tertuju pada uluran tangan para dermawan serta perhatian dari pemerintah daerah. Cicih tidak meminta kemewahan, hanya bantuan agar putrinya bisa terus bernapas dan menjalani perawatan dengan layak tanpa harus terus dibayang-bayangi utang.
“Harapan saya cuma satu, ada bantuan. Oksigen saja, itu sudah cukup,” pungkasnya.

(Lili Romli)


